Kali ini (tgl 30 okt) bantuan “Helping Hands” yang merupakan salah satu dari Program Yayasan Emas Indonesia di berikan kepada seorang ibu “single parent” yang sudah beberapa minggu ini mengalami derita sakit yang membuatnya tidak bisa berjalan sehingga harus terbaring ditempat tidurnya.

Efek dari apa yang dialami ini membuatnya terpaksa berhenti bekerja sebagai karyawan pramusaji di “Teh Tongji” salah satu Mall Semarang. Padahal pekerjaan inilah yang membuatnya bisa menghidupi seorang anaknya yang berusia 7 tahun disamping menghidupi dirinya sendiri. Sakit ini pula yang membuatnya harus tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah kontrakan sederhana di wilayah Gunung Brintik. Suatu rumah yang hanya dari dinding bata saja, terdapat sebuah kamar mandi dan satu ruangan yang dipakai untuk tidur yang mana diruangan ini pula tempat mereka beraktifitas, memasak, makan, menerima tamu dan sebagainya. Jadilah, diruangan berukuran 3x7m, tinggal empat orang. Kedua orang tuanya, Silver dan anaknya.

Tentu saja, kehadiran ibu muda berusia 26 tahun yang sakit bersama anaknya di rumah tersebut cukup membebani sang ayah yang bekerja di salah satu Panti Jompo maupun ibunya yang hanya bekerja sebagai Cleaning Service. Selain bekerja, mereka juga harus merawat Silver berikut cucu mereka itu.

Bukannya mereka, Silver dan kedua orang tuanya, tidak mau berusaha untuk berobat. Sebelumnya mereka sempat berobat dan sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya perobatan tapi tidak kunjung ada hasil signifikan. BPJS yang dipunyai Silver, karena sesuatu hal juga sudah tidak bisa dipergunakan. Program Kesehatan Pemerintah Kota Semarang pun sudah dicoba tapi juga karena suatu hal belum bisa digunakan, dikarenkan pihak salah satu Rumah Sakit, masih meminta sejumlah dana, padahal mereka sudah tidak ada dana lagi untuk berobat, hanya uang untuk keperluan makan dan sehari-hari saja. Itulah sebabnya beberapa waktu lalu Silver sempat mencoba melakukan suatu hal (kami tidak bisa sebutkan disini) yang mana itu mungkin bisa meringankan beban orang tuanya.

Demikian lah kondisi mereka.

PROGRAM HELPING HANDS (HH) Berjumpa SILVER, MANTAN ANAK BINAAN RUMAH SINGGAH GENERASI EMAS, 2003-2007.

Di sisi lain, team Helping Hands untuk bulan Oktober sementara mencari target untuk diberikan bantuan sesuai dengan kriteria yang telah disepakati. Ada beberapa orang/bakal target yang telah di survei tapi sepertinya kendala, entah tehnis maupun hal lainnya, sehingga Program ini belum realisasi. Itu terjadi selama beberapa hari. Sampai pada hari minggu kemarin tgl 28 okt, ketika team HH berjumpa dengan bu Wiwik (tetangga Silver) dan meminta bantuan informasi, tidak menunggu lama, langsung ibu ini mengingat Silver, kemudian mengajukannya sebagai calon penerima manfaat program HH. Ketika di Survei, team cukup kaget karena mengenal Silver. Silver ini bukan orang asing bagi Team HH, yang juga pengurus dari Yayasan Emas Indonesia. Dia adalah salah satu dari mantan anak binaan di rumah singgah Yayasan Emas Indonesia sekitar tahun 2003-2007. Silver remaja, merupakan anak yang pernah hidup dan berkegiatan di jalan, sama seperti anak-anak binaan lainnya, yang kemudian mau disekolahkan sehingga tinggal dan dibina di rumah singgah. Setelah selesai dibina, dia pun kemudian bekerja. Selama masa binaan, Silver dikenal memang sebagai anak wanita yang punya semangat tinggi untuk hidup mandiri.

Jadilah, hari ini, seolah semacam reuni kecil, kakak-kakaknya yang dulu membina dia bisa berjumpa kembali secara tak terduga.

Selain team HH, pihak keluarga maupun Silver juga bersukacita bisa berjumpa kembali. Dalam perjumpaan ini terlihat tampak jelas seoalah membangkitkan kembali semangat seorang Silver yang sementara dalam suatu kondisi yang memerlukan pertolongan.

Kebaikan selalu menemukan jalannya,…

 

Berikan Komentar !