Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Dari peribahasa diatas dapat diambil kesimpulan bahwa lebih baik MEMBERI (bersedekah) daripada menerima/meminta. Memberi merupakan suatu hal yang baik untuk dilakukan setiap orang, kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun. Namun pro dan kontra muncul disaat Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan Perda Kota Semarang nomor 5 Tahun 2014 tentang penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis di kota Semarang yang menghimbau msayarakat pada umumnya agar tidak memberi di jalan terkhusus kepada anak jalanan, pengemis, gelandangan. https://yayasanemasindonesia.org/pendampingan-sektor-tugumuda-semarang/

Timbul sebuah pertanyaan,” kenapa tidak boleh memberi kan hanya 500 rupiah?”memberi kok dapat sanksi? untuk menanggapi pertanyaaan tersebut jawabannya sangat simple sekali, 500 rupiah tidak menyelamatkan mereka. Jadi begini, disaat kita memberi kepada anak jalanan 500 rupiah bahkan 100ribu rupiah sekalipun tidak akan menyelamatakan mereka dari mental yang meminta minta, karena disaat mereka menerima 500  rupiah dari kita, mereka akan cenderung terus untuk tetap meinta-minta di jalanan dan tanpa kita sadari hal ini membahayakan pribadi anak tersebut karena jalanan bukan tempat yang tepat untuk potensi tumbuh kembang anak. Banyak hal yang dapat terjadi kepada anak tersebut antara lain kecelakaan, tindak pelecehan seksual serta tindakan kekerasan terhadap anak tersebut.

Kami Yayasan Emas Indonesia menghimbau dan mengajak masyarakat pada umumnya untuk mendukung Kota Semarang bebas anak jalanan karena penanganan anak jalanan bukan hanya tugas pemerintah dan lembaga-lembaga sosial saja melainkan tugas semua warga masyarakat, caranya dengan tidak memberi di jalan, tidak membeli koran/barang yang diperdagangkan anak di jalan serta tidak mempekerjakan anak. Sementara, jika masih ada warga yang masih melakukan hal di atas, maka akan terkena sanksi. Sanksinya berbunyi sebagai berikut.

Orang yang memberikan uang atau barang kepada anak jalanan, pengemis dan gelandangan, dipidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal satu juta rupiah.

Sedangkan, orang yang mengeksploitasi anak jalanan, pengemis dan gelandangan, dipidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal lima puluh juta rupiah.

So, Banyak cara untuk memberi/bersedekah tanpa melanggar aturan Perda yang ada, seperti memberi untuk Yayasan atau lembaga-lembaga yang sudah bekerjasama dengan pemerintah agar alurnya jelas dan manfaatnya juga baik bagi yang menerimanya. Memilih sasaran yang tepat untuk memberi akan berakhir dengan kebaikan bagi semua. https://yayasanemasindonesia.org/kebaikan-selalu-menemukan-jalannya/

Berikan Komentar !