Salah satu sukacita kami dalam membina anak-anak ini, adalah bagaimana mereka bisa menerima Manfaat dari pembinaan itu, sehingga terbentuknya suatu karakter dan mental yang baik. Sikap dan Karakter baik ini yang akan menentukan Destiny hidup mereka dikemudian hari.

Septi, paling depan

Tidak bisa tidak, misalnya bila seseorang yang mau dibentuk mentalnya sehingga menjadi pribadi yang berkarakter, mengandalkan Tuhan, bertanggung jawab, berintegritas dan mau terus untuk berupaya, maka ketika dia dipercaya untuk mengerjakan sesuatu, maka pekerjaan itu akan memperoleh jalannya yaitu yang disebut dengan KESUKSESAN.

Bagi kami, hal ini berarti VISI “Generasi Emas” benar-benar menjadi kenyataan.
Puji Tuhan.

Waktu itu sekitar 7tahun lalu, Septi bersama ibu nya tinggal di terminal Terboyo, Smg, yang mana dalam kesehariannya, anak ini melakukan rutinitas sebagaimana seperti sebagian besar anak dampingan kami dijalanan, yaitu ngamen dan peminta-minta.

Dalam rumah pengentasan anak-anak ini dibina(rohani dn mental), disekolahkan dan dilatih ketrampilan yang mana harapan awalnya adalah anak binaan itu tidak akan kembali turun ke jalan.

Selama sekian tahun dalam pembinaan rumah singgah (saat ini ketua rumah singgah adalah Niko Demus semenjak 2013), tidak saja harapan itu terwujud, Septi bahkan menjadi siswi yang cemerlang dalam hasil-hasil pendidikan disekolah. Ini semua bisa terjadi bukan hanya karena sistem pembinaannya tapi juga dari semangat dan tekadnya yang sungguh-sungguh untuk mau majudan berkembang walau masih berusia anak. Ia bisa menjadi contoh untuk anak-anak seusianya bahwa kemauan untuk belajar yang kuat yang disertai serta disiplinlah yang akan menentukan, bukan latar belakang apapun.

Dalam video di bawah ini, Septi yang saat ini kelas 7, bercerita mengenai latar belakang dan manfaat apa yang dia terima selama ini dalam pembinaan.

Segala jerih payah dalam Tuhan tidak pernah sia-sia…

Berikan Komentar !
Mari bagikan!