Krisis Multi Dimensi yang terjadi di Indonesia hari-hari ini disebabkan karena berbagai krisis yang melanda antara lain krisis politik, krisis sosial, krisis kepercayaan, krisis moneter dan lain sebagainya sehingga menyebabkan Indonesia semakin terpuruk dalam segala bidang. Krisis  yang berkepanjangan ini menyebabkan banyak industri yang mengalami kemerosotan produksi secara drastis dan menimbulkan masalah baru yaitu pemutusan hubungan kerja secara masal sedangkan lapangan pekerjaan semakin sempit dan persaingan dunia kerja semakin ketat.

 Hal ini menyebabkan angka pengangguran dan angka kemiskinan meningkat tajam dan tidak terkendali. Sehingga menyebabkan banyaknya anak-anak yang terlantar, putus sekolah, dan anak-anak yang seharusnya belajar di sekolah akhirnya harus turun ke jalanan untuk membantu orang tua mereka mencari sesuap nasi serta membiayai kehidupan keluarga. Sedangkan keluarga yang berkecukupan mengalami keretakan hubungan antara orang tua dan anak karena kurangnya perhatian orang tua yang memfokuskan kehidupannya untuk bersaing di dunia kerja. Hal ini menyebabkan anak-anak mereka lari kepada pergaulan-pergaulan yang negatif seperti narkoba, pergaulan bebas dan lain- lain.

Itulah beberapa faktor yang mendorong anak-anak turun ke jalan, entah menjadi peminta-minta, pengamen, penjaja koran, tukang semir sepatu atau bahkan menjajakan diri mereka sebagai pekerja seks komersial anak. Kepedulian kita sebagai sesama manusia berperan sangat penting untuk mencegah mereka masuk lebih dalam ke dunia kelam itu. Undang Undang Dasar Republik Indonesia menjamin kesejahteraan anak-anak itu seperti yang tertuang dalam UUD ’45 pasal 34 ayat (1) yang berbunyi “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.” Namun apakah itu mutlak tugas pemerintah saja? Tentu saja tidak, kita bisa berbuat sesuatu untuk mereka. YAYASAN EMAS INDONESIA lahir dengan visi mengentaskan anak-anak seperti mereka yang bagi kebanyakan orang dianggap sampah.

Dengan semboyannya “Pecahkan roti, menangkan neg’ri”, YAYASAN EMAS INDONESIA bertekad mengentaskan anak-anak yang terpinggirkan itu menjadi generasi emas, suatu generasi yang cemerlang, mulia, berharga dan dicari banyak orang. Kami percaya dibalik semua hal-hal negatif yang tersemat pada diri anak-anak jalanan, banyak potensi-potensi yang bisa digali. Sama seperti emas, ketika baru ditemukan tertutup oleh lumpur, debu dan berbagai kotoran. Namun setelah dibersihkan, dimurnikan dan dibentuk akan menjadi benda yang sangat berharga dan disukai semua orang.

Mari bagikan!