Sesama rekan-rekannya di Yayasan Emas Indonesia memanggil dia Agus Tato. Tambahan kata “Tato” dibelakang nama Agus untuk membedakan dia dengan dua Agus yang lain yang juga tinggal di rumah singgah waktu itu. Tahun-tahun itu, sekitar tahun 2005, dari puluhan orang yang di bina di rumah singgah “Generasi Emas” ada nama Agus, Agus Gimbal (karena rambutnya yang gimbal) dan terakhir ya ini, Agus Tato, si wajah bertato. Dari dia mulai di bina sampai kemudian hari Agus menjadi ketua rumah singgah bahkan mendapat pasangan hidupnya. Tahun 2012 Agus Tato memulai merintis pelayanannya dan dikembangkan bersama istrinya sampai saat ini.

Agus sempat viral di medsos beberapa waktu terakhir dikarenakan dia diundang di dua acara TV Nasional dalam program Kick Andy dan Hitam Putih. Karena dua hal tersebut namanya dikenal di seantero negeri, hal mana membuat Yayasan Emas Indonesia(YEI) juga ikut berbangga. Betapa tidak, begini-begini lima tahun selama pembinaan walaupun mungkin sedikit, ada juga ilmu yang dia dapat sehingga dia bisa melakukan hal yang sama seperti YEI dengan terjun juga di pelayanan seperti ini.

Mengenai bagaimana awal dia bergabung ada satu tulisan tahun 2009 yang di tulis oleh Pembina YEI, Samuel mengenai dirinya, disini :
http://www.sabdaspace.org/agus_si_wajah_tato

Hari sabtu kemarin, tanggal 31 agustus 2019, secara tidak sengaja, Pembina YEI berjumpa dengan Agus di Bandara Juanda. Lama tidak jumpa, mungkin sekitar 4 tahun. Dalam perjumpaan ini, Agus banyak menceritakan pengalamannya semenjak dikenal di masyarakat. Luar biasa. Bangga mendengar penuturannya mengenai suka duka menjadi orang terkenal, sekarang. Bukan itu, ya itu juga ada, tapi lebih kearah bagaimana dia berjuang dari bawah dan tetap rendah hati ketika jumpa dengan mantan Pembinanya.

Hari ini, Agus, bisa menjadi suatu cerita motivasi juga terhadap anak-anak binaan YEI lainnya. Bahwa asal mau bekerja keras dan tetap mengandalkan Tuhan, maka akan ada “upah” hasil jeri lelah atas usaha kita. Bukan hanya itu saja. Teladan melakukan hal yang sama terhadap kaum pinggiran dan berbuat baik kepada sesama, bisa mendorong anak-anak binaan juga masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama bagi bangsa dan anak negeri.


Berikan Komentar !